Fenomena Embun Upas Kembali Muncul di Dieng, BMKG Sebut Akan Berlangsung hingga 10 Juli 2022 Mendatang
Berita-Indoya.id - Fenomena embun upas atau embun beku tengah muncul di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pada Kamis, 30 Juni 2022 dini hari.
Terkait embun upas di Dataran Tinggi Dieng itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akhirnya buka suara untuk memprediksi durasi kemunculan fenomena musiman itu.
BMKG menyebut fenomena embun upas akan berlangsung selama sepuluh hari, yakni sampai 10 Juli 2022 mendatang.
Menurut BMKG, fenomena embun upas terjadi karena didorong dua pusat tekanan rendah (LPA) di belahan bumi utara (BBU).
"Terkait fenomena embun es, masih berkaitan dengan adanya dua pusat tekanan rendah (LPA) di belahan bumi utara (BBU), yaitu pusat tekanan rendah 04W berada di Laut China Selatan sebelah barat Filipina dan pusat tekanan rendah 98W di timur laut Filipina," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Prayoedie dalam pernyataan pers.
Ditambah lagi, saat ini angin Monsoon Australia tengah begitu kuat membawa udara kering, sehingga memberi pengaruh pada pengurangan curah hujan di Pulau Jawa, terutama di Jawa Tengah.
Namun begitu, kondisi embun upas itu disebut akan bertahan sampai 10 Juli 2022, yang disebabkan pengaruh suhu muka air laut di Pulau Jawa
"Jadi, fenomena tersebut masih dimungkinkan terjadi pada periode dasarian pertama bulan Juli 2022," kata Setyoajie lagi.
Sedangkan untuk suhu udara di Dieng saat embun upas muncul berkisar minus 1 derajat Celcius selama satu jam, 04.00-05.00 WIB.
Meski hanya berlangsung satu jam, embun upas yang muncul dinilai penduduk setempat sebagai racun bagi tanaman kentang mereka.
"Fenomena itu terjadi ketika suhu menjadi sejuk, lantas turunlah embun-embun yang dingin lagi beku. Embun inilah yang menyelimuti tanaman kentang dan masyarakat Dieng menyebutnya dengan embun upas karena memang efeknya membuat kentang mati tersiakan," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang Sutikno memaparkan.
Sebelumnya, fenomena embun upas dilaporkan sempat muncul pada 4 Januari lalu, yang disebut lebih dini terjadi untuk tahun 2022 ini.
"Kemudian pada tahun 2022, embun upas terjadi lebih dini, yakni di awal tahun 2022, tepatnya tanggal 4 Januari 2022. Kemudian pada 30 Juni 2022," kata Sutikno menandaskan.
Editor: Ara Wijaya
Sumber: Pikiran-Rakyat
